Rabu, 09 November 2011

Salah dalam pengolahan makanan, bisa-bisa bahan makanan yang tadinya sudah sempurna menyehatkan, malah dapat bersifat berbalik menyerang kesehatan. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna dalam mengolah makanan menjasi asupan yang berguna untuk kesehatan tubuh, diperlukan pengetahuan mendasar tentang baik buruknya ragam metode pengolahan pada makanan. Bahan terbaik untuk sayuran dan buah adalah yang ditanam secara organik (tanpa pestisida). Buah dan sayuran semacam ini sudah bisa didapatkan secara mudah di beberapa pasar swalayan. Pilihlah daging yang paling segar. Hindari daging yang sudah berwarna kebiru-biruan, apalagi yang sudah mengeluarkan aroma sedikit busuk. Untuk pemilihan ikan, pilihlah ikan yang paling segar, begitu juga dengan daging ayam. Walau tidak menjadi jaminan, daging yang lebih segar bebas dari bakteri dan kuman, dengan pengolahan yang tepat, volume bakteri dan kuman pada daging bisa dikurangi. Setidak-tidaknya belum ada proses pembusukkan yang mengandung kuman serta bakteri yang jauh lebih berbahaya bagi kesehatan. Disamping pemilihan bahan makanan, satu hal yang perlu diwaspadai ialah pemilihan alat masak. Jangan asal memilih dan menggunakan peralatan masak. Pastikan peralatan masak yang digunakan tidak terlapisi bahan kimia. Setelah pemilihan bahan makanan yang tepat, masih ada beberapa kiat untuk menghindari makanan yang ada untuk dikunjungi bakteri dan kuman selama pengolahan makanan berlangsung. Pisahkanlah bahan makanan mentah berupa daging ternak, unggas serta ikan dari bahan makanan lain. Simpan bahan-bahan makanan di dalam wadah tertutup rapat. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontak kontak bahan makanan mentah dengan makanan jadi dan yang telah dimasak. Karena bahan makanan mentah masih mengandung mikroorganisme berbahaya yang dapat mencemari bahan makanan lain yang siap saji. Proses kontaminasi dapat terjadi dimana saja, termasuk diantaranya pada saat proses pemasakan maupun pada proses penyimpanan. Pada saat proses pengolahan makanan, gunakanlah alat masak yang berbeda setiap kali mempersiapkan bahan mentah. Seperti halnya alat potong dan papan alas. Begitupun air yang digunakan untuk melumuri daging mentah tidak boleh digunakan untuk bahan makanan yang telah siap untuk dikonsumsi. Untuk mempersiapkan makanan yang berkuah, pastikan air kuah termasak hingga mendidih mencapai suhu 70°C. Pada khususnya pengolahan masak daging ternak dan unggas, pastikan kaldu termasak berwarna jernih dan tidak lagi merah muda. Hal ini untuk menjaga makanan aman dari bakteri. Karena pada suhu 70°C-lah mikroorganisme dapat mati dalam waktu hanya 30 detik. Bagian dalam dari daging mentah pada umumnya bebas dari kuman. Bakteri umumnya hidup di bagian luar daging. Memakan bagian dalam daging yang masih merah tidaklah berbahaya (contoh: daging yang terolah dengan metode panggang). Namun pada daging cincang., daging panggan gulung dan unggas, terdapat bakteri di keseluruhan sisinya. Jangan tinggalkan makanan yang telah dimasak pada temperatur kamar lebih dari 2 jam. Masukkan segera makanan yang telah dimasak ataupun makanan yang mudah rusak ke dalam lemari pendingin. Panaskan makanan yang telah dimasak hingga matang (di atas suhu 60°C) pada saat akan dihidangkan. Janganlah menyimpan makanan dalam lemari pendingin terlalu lama. Jika hendak mencairkan makanan yang telah membeku, hindarilah mencairkan makanan yang telah dimasak pada suhu kamar sebab mikroorganisme dapat berkembang biak sangat cepat pada suhu kamar.
Dari semua hal, yan terpenting adalah persiapan awal untuk mengolah makanan. Pastikan seluruh alat-alat masak yang akan digunakan haruslah bersih dan steril. Hindarilah mengolah makanan atau makan dengan tangan kotor. Jangan memasak sambil bermain dengan hewan peliharaan. Hindari menggunakan lap yang sudah kotor untuk membersihkan meja dan perabotan makan. Lindungi dengan baik makanan jika hendak disimpan dalam waktu yang lama. Makanan yang tersaji besar sekali terkontaminasi kotoran kuman dan bakteri akibat hewan yang berkeliaran di sekitarnya. Penting adanya untuk meninjau kembali metode memasak. Teknik pengolahan makanan atau memasak juga memengaruhi mutu makanan. Pilihlah makanan yang telah melalui proses pengolahan termasak kukus, rebus atau tumis dengan sedikit minyak. Kurangilah memasak olah makanan dengan metode menggoreng, memanggang dan dibakar. Karena selain mengandung banyak lemak, metode memasak ini juga merusak nilai gizi makanan akibat panas yang terlalu tinggi dari batas normal pengolahan.

Makanan Sehat

Tidak sedikit penyakit kronis terpicu dari pola makan yang salah. Sebut diantaranya seperti hipertensi, asam urat, gagal ginjal, jantung koroner bahkan kanker. Demikian adanya bahaya yang mengancam tersebut antara lain disebabkan oleh pola makan yang berlebihan ataupun yang kekurangan. Pada prinsipnya untuk mendapatkan tubuh sehat bugar sebenarnya mudah. Cukuplah mengimplementasikan hidup yang teratur, cukup istirahat, rutin berolahraga, hindari stres dan memakan dengan pola makan yang sehat. Pola makan yang sehat ialah makanan yang mengandung semua unsur gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh, baik protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air. Dimana sumber nutrisinya pun harus dipilih yang sealami mungkin. Berikut beberapa langkah yang paling mudah untuk mengawali menjalani program konversi ke pola makan yang sehat: Hindarilah makanan yang kaya akan kandungan lemak. Biasanya terdapat pada makanan yang dimasak dengan kaya akan minyak, mentega, margarin, dan santan. Namun hal tersebut bukanlah berarti tubuh manusia tidak membutuhkan lemak. Asupan lemak alami untuk tubuh manusia sesungguhnya sudah tercukupi dengan mengonsumsi kacang-kacangan atau biji-bijian. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet. Kalaupun terpaksa harus membeli makanan yang dalam kemasan, maka pilihlah yang mencantumkan dengan jelas tanda “TANPA PENGAWET” pada kemasan. Berbagai penelitian menyebutkan, walau mengkonsumsi bahan pengawet dalam dosis dibawah normal untuk dikonsumsi, dalam penggunaaan rentang waktu jangka panjangnya, zat pengawet merupakan pemicu utama timbulnya kanker. Penting adanya untuk memperhatikan teknik dalam pengolahan makanan. Karena sedikit banyak mempengaruhi pengolahan mutu makanan. Pilihlah makanan yang telah melalui proses pengolahan metode memasak di kukus, di rebus atau di tumis dengan sedikit minyak. Metode menggoreng, memanggang dan di bakar kurang dianjurkan untuk dikonsumsi. Karena selain mengandung banyak lemak, metode memasak ini juga merusak nilai gizi makanan karena panas tinggi. Hindari menambahkan bumbu-bumbu penyedap secara berlebihan. Namun alangkah lebih baik hindari bahan pangan ini. Karena unsur senyawa monosodium glutamat yang terdapat di dalam bumbu penyedap menipu lidah Anda namun tidak untuk kesehatan tubuh Anda. Perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayuran. Selain badan menjadi sehat, kesehatan tubuh pun menjadi lebih terjaga. Tubuh pun terbebas dari berbagai risiko penyakit kanker. Mayoritas buah-buahan dan sayuran mengandung serat yang mampu mengikat zat karsinogen yang merupakan penyebab kanker saluran pencernaan. Namun bukan berarti semua buah itu menyehatkan, hindarilah buah durian, karena pada durian terkandung lemak yang sangat tinggi. Serta sebisa mungkin hindarilah emping, dimana buah ini mengandung purin sebagai pencetus utama asam urat. Satu hal yang penting untuk diingat, cucilah dengan bersih sayuran dan buah sebelum di makan untuk mengindari kontaminasi bakteri dan residu pestisida. Hindarilah makanan jeroan, lemak, otak, makanan berkuah santan kental, kulit ayam dan kuning telur. Makanan-makanan tersebut merupakan sumber lemak penyebab obesitas dan ganguan kardiovaskular. Alihkan pilihan kepada daging yang tanpa lemak, makanan berkuah bening, susu yang rendah lemak, susu kedelai, yoghurt, putih telur serta ikan sebagai sumber protein terbaik. Perbanyaklah meminum air putih. 80% tubuh kita terdiri dari cairan, jika kita kekurangankadar cairan, maka kinerja dari beberapa organ vital ikut terganggu. Jangan mengonsumsi minuman beralkohol, bersoda serta minuman dengan kandungan gula dan kafein tinggi. Jus sayuran dan buah juga baik untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. Jangan terbiasa memakan dan meminum yang berwarna. Pilihlah makanan atau minuman yang berwarna bening alami. Terkecuali makanan yang memiliki warna alami dari bahan makanan tersebut sendiri, seperti cokelat, merahnya stroberi dll. Karena bahan perwarna pada bahan makanan merupakan salah satu pemicu utama timbulnya kanker pada tubuh

Selasa, 08 November 2011

Seminar gizi nasional

Seminar Gizi Nasional (SENZASIONAL) 2001
SENZASIONAL 2011 merupakan seminar ilmiah nasional bidang gizi yang dilaksanakan untuk memberikan wawasan mengenai pentingnya sarapan dan jajanan yang aman, sehat dan bergizi bagi kesehatan dan kecerdasan anak. Seminar ini terdiri dari 3 topik utama dengan 3 pembicara yang ahli di bidangnya. yaitu: 1. Topik 1(Bukti ilmiah manfaat sarapan bagi kecerdasan & kesehatan anak) Pembicara: Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp. A Sesi ini membahas mengenai gambaran umum kebiasaan sarapan masyarakat Indonesia, isu-isu terkait sarapan di kalangan masyarakat Indonesia, kebiasaan sarapan sehat untuk mencapai gizi seimbang, manfaat dan peran sarapan bagi kecerdasan dan kesehatan anak, serta bukti-bukti ilmiah yang terkait hal-hal tersebut. 2. Topik 2(Sarapan dan jajanan yang aman bagi anak sekolah dan upaya mewujudkannya) Pembicara: Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS Sesi ini membahas mengenai kriteria sarapan dan jajanan yang aman bagi anak sekolah, segi keamanan dari jajanan yang beredar di kantin-kantin sekolah, peran serta pihak-pihak terkait dalam upaya mewujudkan sarapan dan jajanan yanng aman dan sehat. 3. Topik 3(Susu dan Sereal sebagai salah satu alternatif sarapan sehat) Pembicara: Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS Sesi ini membahas mengenai menu sarapan yang sesuai prinsip gizi seimbang, perbedaan menu sarapan yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang dan tidak, danberbagai alternatif menu sarapan yang umum diberikan pada anak-anak. Selain itu, seminar ini menghadirkan dua pembicara untuk sambutan pengantar (keynotespeaker) yaitu: Kepala Badan POM RI (Dra. Kustantinah, Apt,M.App.Sc) “Keamanan pangan di kantin sekolah”. Direktur Pendidikan Dasar Nasional (Prof. Suyanto, Ph. D) “Program Pemerintah terkait Penyelenggaraan Kantin sekolah yang aman, sehat, dan bergizi”. 4. Hiburan Hiburan yang disajikan dalam seminar ini berupa tari daerah khas pulau Dewata Bali, tari Saman khas Aceh dan Gizi Perkusi. Semua hiburan ini adalah kreativitas dari mahasiswa program studi Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor. 5. Games Games akan dilakukan setelah sesi seminar berakhir. Terdapat dua jenis permainan yang akan dilakukan. Permainan yang pertama, akan diminta 5 orang peserta untuk maju ke depan. Masing-masing peserta diminta untuk mempromosikan pentingnya sarapan dengan gaya artis tertentu. Pilihan gaya artis yang akan diperagakan ditentukan oleh panitia melalui undian. Setiap peserta diberi waktu 1 menit untuk mempromosikan pentingnya sarapan. Peserta dengan gaya termirip dan cara promosi terbaik dinyatakan sebagai pemenang dan akan mendapatkan hadiah, sedangkan 4 peserta lainnya mendapatkan souvenir/hadiah hiburan. Pada permainan yang kedua, diminta 3 orang peserta untuk maju ke depan. MC/pemandu games akan menyebutkan salah satu zat gizi dan peserta harus menyebutkan jenis bahan pangan yang mengandung zat gizi tersebut. Tanya jawab ini dilakukan secara cepat dan berulang kali selama 1 menit. Peserta yang berhasil menyebutkan bahan pangan dengan benar dan terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Pemenang akan mendapatkan hadiah, sedangkan 2 peserta lainnya mendapatkan souvenir. Kegiatan SENZASIONAL 2011 akan dilaksanakan pada : Hari, Tanggal : Minggu, 18 Desember 2011 Waktu : 8.30- 13.15 WIB Tempat : Convention Center – Hotel Braja Mustika Jl. Dr. Semeru Komplek Villa Bogor Golf, Bogor 16111

Diabetes

APA ARTINYA DIABETES ?
Diabetes merupakan suatu keadaan dimana tubuh tidak dapat membuat insulin yang cukup. Insulin berguna untuk mengendalikan kadar gula (glukosa) darah Insulin membantu gula ( glukosa ) dalam darah untuk digunakan oleh otot dan bagian lain dari tubuh untuk menghasilkan energi Energi merupakan bahan bakar yang dibutuhkan untuk bergerak maupun berpikir
Bila diabetes terjadi, berarti perlu : Mendapat suntikan insulin Kontrol kadar gula darah secara teratur Makan teratur dan pilihlan makanan yang sehat Darimana gula darah berasal ?? Gula darah berasal dari bahan makanan sumber karbohidrat yang kita makan. Karbohidrat bisa berarti Gula murni dan pati Gula murni seperti gula pasir, gula merah, makanan atau minuman bergula merupakan karbohidrat yang bekerja cepat. Dalam waktu beberapa menit saja setelah dimakan atau diminum, gula tadi akan masuk ke dalam darah, akibatnya kadar gula darah akan meningkat dengan cepat. Oleh karenanya hindari makanan / minuman bergula tadi. Pati merupakan karbohidrat yang bekerja lamban. Bahan makanan inipun akan berubah menjadi gula dan masuk ke dalam darah, namun dalam waktu yang lama (lebih dari satu jam). Sehingga kadar gula darah naik dengan lamban INGIN TAHU MAKANAN YANG MENGANDUNG GULA MURNI dan PATI ? simaklah daftar berikut ini. Gunakanlah makanan dibawah ini lebih sering
Pati - Nasi, lontong, ketan, nasi, tim, bubur - Kentang, Jagung, Roti, gandum - Krekers tidak bergula - Makaroni, spaghetti Serat - Semua buah-buahan kecuali yang berlemak ( durian & nangka ) - Semua Sayuran Lemak Rendah atau sedang - Susu - Daging tanpa lemak, ikan, ayam, telur - Masakan yang dipanggang, dibakar, direbus dan ditumis Makanan dibawah ini yang harus dihindarkan !! Gula Murni - Gula pasir, gula merah, permen, dodol, coklat, jam, madu - Sirop, limun, minuman botol atau kaleng ( soft drink ) - Susu Kental manis, es krim, kue-kue manis, cake, tarcis Tinggi Lemak - Keju, mentega - Daging berlemak Apa yang dapat dipilih ? ü Bahan makanan dengan hidrat arang kompleks, seperti nasi, lontong, kentang, singkong dll ü Bahan makanan segar ( alami ) ü Minyak tak jenuh untuk memasak ü Makanan yang tidak digoreng atau yang tidak banyak mengandung kelapa atau santan kental ü Hindari makanan / minuman yang banyak mengandung gula pasir/ merah seperti sirop, limun, minuman kaleng, dodol, es krim, coklat, kue tart, dan kue-kue manis lainnya. ü Gunakan tempe, tahu, kacang-kacangan sesuai anjuran ü Gunakan sayuran dan buah-buahan sesuai anjuran Bagaimana cara memasak ? ü Cara masak yang dianjurkan adalah merebus, mengukus, mengungkep, menumis, memanggang atau membakar TAHUKAH APA ARTINYA HIPOGLIKEMI ? Hipoglikemi adalah keadaan yang terjadi bila kadar gula terlalu rendah. Ini dapat disebabkan karena ketidakseimbangan antara makanan yang dimakan, gerak badan dan insulin digunakan. Gejalanya antara lain, keringat dingin, gemetar, pusing, lemas, mata berkunang-kunang dan rasa perih di ulu hati seperti orang kelaparan. YANG HARUS DILAKUKAN BILA MENGALAMI HIPOGLIKEMI Minumlah segera 1 sirup atau makanlah 1 – 2 sendok makan gula pasir atau permen. Laporlah segera ke dokter atau ahli gizi. CONTOH MENU Pagi Roti Bakar + Margarin + Pindekas Telur Rebus Lalap Tomat Jam 10.00 Susu Pepaya Siang Nasi Daging semur Pepes tahu Cah sayuran Malam Nasi Daging empal Tim tahu + wortel Sup sayuran

Senin, 07 November 2011

Autis Dan Gizi

Apa Itu Autis Autisme adalah suatu gangguan yang ditandai oleh melemahnya kemampuan bersosialisasi, berrtingkah laku dan berbicara. Autisme sering disebut dengan Autistic Spectrum Disorder (ASD). Autis sudah dapat dideteksi sejak usia dini. Ciri anak autis ( 3 Aspek) : 1. Gangguan komunikasi yang lemah. Tidak bisa berbicara / memiliki keterlambatan bicara pada usia seharusnya (Kadang kesalahan yang terjadi diakibatkan kurang tahunya orangtua akan penyakit ini. Sehingga menganggap biasa anak yang telat bicara). 2. Gangguan interaksi sosial, anak sulit untuk diajak berkomunikasi atau bertatap muka, ketidak mampuan untuk berempati. Tak hanya itu saja, lanjutnya, anak autis juga memiliki gangguan perilaku. 3.Aktivitas dan interesnya sangat terbatas, diulang-ulang. Seperti mukul-mukul sendiri atau suka memutar diri sendiri yang dilakukan berulang kali. (Hiperaktif). *) Pada beberapa kasus menunjukkan bahwa anak autisme alergi terhadap makanan ttt. *) Penderita autis umumnya mengalami masalah pencernaan, terutama makanan yang mengandung casein (protein susu) & gluten (protein tepung). *) Karena kedua jenis protein tsb sulit dicerna, maka akan menimbulkan gangguan fungsi otak apabila mengonsumsi kedua jenis protein ini. Sehingga perilaku penderita autis akan menjadi lebih hiperaktif. DIET UNTUK AUTIS Diet untuk anak autis ternyata banyak macamnya, namun pemilihan diet yg tepat sebaiknya berkoordinasi dgn dokter dan ahli gizi , takutnya malah anak bisa-bisa kekurangan gizi : 1. Diet bebas gluten & casein. 2. Diet Bebas Gula. 3. Diet Bebas Jamur 4. Diet Bebas Zat Aditif. 1.Diet bebas gluten & casein, terdapat pada terigu dan susu berikut produk turunannya. Efeknya bila terus dikonsumsi anak, diyakini seperti morphin yang mempengaruhi kerja otak & pusat syaraf. 2.Diet bebas gula , hindari gula murni, hindari aspartam (lihat pada kemasan makanan). Jauh lebih baik bila menggunakan gula kelapa/ aren. 3.Diet bebas jamur, hindari makanan olahan dengan fermentasi seperti tahu,tempe, kecap, soda pengembang, vermipan. 4.Diet bebas zat aditif seperti MSG/ penyedap rasa , mengandung pengawet seperti nagget, sosis, kornet, makanan / minuman dalam kaleng. Catatan : Bila ada alergi terhadap makanan, segera hindari karena bisa juga akan memperparah kondisi anak. CARA MENGATUR MAKANAN PADA ANAK AUTIS —Makanan seimbang —Makanan sumber karbohidrat yang tidak mengandung gluten seperti: beras,singkong,ubi,talas,jagung,tepung beras, tapioka, maizena, bihun dan soun. —Makanan sumber protein yang tidak mengandung casein: daging, telur, kerang, tahu,tempe dan kacang-kacangan. —Minyak yang sejenisnya —Cukup mengkonsumsi serat khususnya berasal dari buah-buahan dan sayuran. —Pemberian suplement,vitamin dan mineral seperti:vit B,vit C,zink dan magnesium. —Berikan makanan yang lengkap dan bervariasi. —Memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan. —Berikanlah air mineral minimal 8 gelas sehari. žmemerlukan vitamin C sebagai antioksidan. Adapun sumber terbaik yang dapat diberikan pada anak dengan kasus ini dapat berasal dari sayuran dan buah-buahan. žMeski demikian, sebaiknya pilih sayuran dan buah-buahan yang tidak mengandung pengawet. žBeberapa spesies yang biasa digunakan antara lain mengandung Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus casei, Bifidobacterium bifidum, Bifidobacterium infantis, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus lactis. žSementara itu, prebiotik adalah substansi makanan yang dapat meningkatkan beberapa bakteri usus yang menguntungkan bagi kesehatan. žsuplemen yang baik diperlukan penderita autis yang biasanya mengalami lactose intolerance (ketidakmampuan pencernaan untuk mencerna laktosa). Salah satu suplemen yang baik diberikan bagi penderita autis adalah sinbiotik. žSinbiotik yaitu gabungan probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dimakan untuk memperbaiki secara menguntungkan keseimbangan mikroflora usus. Prebiotik adalah substansi makanan yang dapat meningkatkan beberapa bakteri usus yang menguntungkan bagi kesehatan. MAKANAN / BAHAN MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI. —Menghindari makanan yang mengandung gluten seperti:terigu,havermouth,roti,mie,kue-kue, makaroni, spageti, cake dan biskuit. —Menghindari makanan sumber casein seperti:susu sapi, ice cream,keju,mentega dan yogurt. —Memilih makanan yang tidak menggunakan food additive. —Hindari makanan yang di awetkan/fermentasi & mengandung pengawet. —Hindari makanan yang mengandung phenol seperti:tomat, jeruk, pisang,anggur merah,apel,cocoa dan susu. —Susu sapi dan gandum bagi penyandang autis (autism spectrum disorders/ASD) tertentu bersifat morfin. Pasalnya, protein susu sapi (kasein) dan protein gandum (gluten) membentuk kaseomorfin dan gluteomorfin, sehingga terjadi gangguan perilaku seperti hiperaktif. —diet bebas kasein dan gluten, diet bebas gula, diet bebas jamur, diet bebas zat aditif, diet bebas fenol dan salisilat, diet rotasi, pemberian suplemen makanan. Di samping itu, cara memasak dan penyediaan makanan pun diatur. Seperti, makanan tidak dimasak pada wadah terbuat dari aluminium. —Menghindarkan semua produk makanan tepung & susu seperti biskuit, roti, makanan kemasan, susu sapi, keju, permen susu
Bayi dan anak kita akan tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat pada tahun pertama serta masih rentannya kondisi kesehatan si buah hati terhadap berbagai wabah penyakit yang ada, Salah satu cara yang efektif agar bayi dan anak dapat tumbuh dan berkembang serta mempunyai kekebalan tubuh yang baik adalah dengan menyeimbangkan kebutuhan gizi bayi dan anak. Apakah Tanda-Tanda Anak Bergizi Baik? * Tidur Nyenyak. * Postur Tubuh Tegap dan Otot Padat. * Rambut Berkilau dan Kuat. * Kulit dan Kuku Bersih Tidak Pucat. * Wajah Ceria, Mata Bening dan Bibir Segar. * Gigi Bersih dan Gusi Merah Muda. * Nafsu Makan Baik dan Buang Air Besar Secara Teratur. * Bergerak Aktif dan Berbicara Lancar Sesuai Umur. * Penuh Perhatian dan Beraksi Aktif. * Seiring Bertambah Umur akan Bertambah Berat, Bertambah Tinggi.

Rabu, 02 November 2011

MARASMUS PADA ANAK- ANAk PENDAHULUAN Latar Belakang Malnutrisi dapat terjadi akibat dari konsumsi makanan yang tidak sesuai atau tidak cukup akibat dari penyerapan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan, kebiasaan diet jelek, mengikuti mode makanan dan faktor-faktor emosi dapat membatasi konsumsi. Upaya untuk meningkatkan keadaan gizi masyarakat telah dilaksanakan melalui berbagai program perbaikan gizi oleh Departemen Kesehatan bekerja sama dengan masyarakat. Marasmus adalah salah satu bentuk gizi buruk yang sering ditemui pada Balita. Penyebabnya multifaktorial antara lain asupan makanan yang kurang, faktor penyakit dan faktor lingkungan serta ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi dan keadaan ekonomi yang rendah. Diagnosis berdasarkan gambaran klinis yaitu untuk menentukan penyebab dari perlunya anamnesis makanan dan penyakit lain. Pencegahan terhadap marasmus ditujukan kepada penyebab dan memerlukan pelayanan kesehatan, serta penyuluhan yang baik. Pengobatan marasmus ialah pemberian diet tinggi kalori dan tinggi protein. Penatalaksanaan di rumah sakit yang dibagi atas: tahap awal, tahap penyesuaian dan rehabilitasi (Rani et al 1998). Marasmus adalah permasalahan gizi serius yang terjadi di negara-negara berkembang. Menurut data WHO sekitar 49% dari 10,4 juta kematian di negara berkembang pada anak-anak dibawah usia 5 tahun berkaitan dengan defisiensi energi dan protein. Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2006 angka kejadian gizi buruk pada anak balita 1,72 juta jiwa dan gizi kurang sebanyak 11,4 juta jiwa terjadi di Indonesia. Tujuan Tujuan dari pembautan laporan yang berjudul marasmus pada anak adalah untuk membahas definisi, gejala, penyebab, patofisiologi, pengobatan, dan anjuran gizi pada marasmus anak.   TINJAUAN PUSTAKA Marasmus Marasmus merupakan keadaan dimana seorang anak mengalami defisiensi energi dan protein. Umumnya kondisi ini dialami masyarakat yang menderita kelaparan. Gizi buruk tipe marasmus adalah suatu keadaan dimana pemberian makanan tidak cukup atau higiene jelek yang menyebabkan defisiensi karbohidrat. Marasmus sering dijumpai pada usia 0 - 2 tahun. Gejala Gejala yang terjadi pada penderita marasmus adalah keadaan yang terlihat mencolok seperti hilangnya lemak subkutan, terutama pada wajah. Akibatnya ialah wajah si anak lonjong, berkeriput dan tampak lebih tua (old man face). Otot-otot lemah dan atropi, bersamaan dengan hilangnya lemak subkutan maka anggota gerak terlihat seperti kulit dengan tulang. Tulang rusuk tampak lebih jelas. Dinding perut hipotonus dan kulitnya longgar. Berat badan turun menjadi kurang dari 60% berat badan menurut usianya. Suhu tubuh bisa rendah karena lapisan penahan panas hilang (Rani et al 1998). Penyebab Marasmus Menurut Laren et al (2000). Marasmus ialah suatu bentuk kurang kalori-protein yang berat. Keadaan ini merupakan hasil akhir dari interaksi antara kekurangan makanan dan penyakit infeksi. Selain faktor lingkungan, ada beberapa faktor lain pada diri anak sendiri yang dibawa sejak lahir, diduga berpengaruh terhadap terjadinya marasmus. Secara garis besar sebab-sebab marasmus ialah masukan makanan yang kurang. Marasmus terjadi akibat masukan kalori yang sedikit, pemberian makanan yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan akibat dari ketidaktahuan orang tua si anak; misalnya pemakaian secara luas susu kaleng yang terlalu encer. Infeksi yang berat dan lama menyebabkan marasmus, terutama infeksi enteral misalnya infantil gastroenteritis, bronkhopneumonia, pielonephritis dan sifilis kongenital. Kelainan struktur bawaan Misalnya penyakit jantung bawaan. Marasmus juga dapat disebabkan oleh Prematuritas dan penyakit pada masa neonates. Dimana pada keadaan-keadaan tersebut pemberian ASI kurang akibat reflek mengisap yang kurang kuat. Tetapi pemberian ASI yang terlalu lama tanpa pemberian makanan tambahan yang cukup juga akan menyebabkan terjadinya marasmus. Gangguan metabolik misalnya renal asidosis, idiopathic hypercalcemia, galacosemia, lactose intolerance serta penyapihan yang terlalu dini disertai dengan pemberian makanan yang kurang akan menimbulkan marasmus. Patofisiologi Sebenarnya malnutrisi merupakan suatu sindrom yang terjadi akibat banyak faktor. Faktor-faktor ini dapat digolongkan atas tiga faktor penting yaitu : tubuh sendiri (host), agent (kuman penyebab), environment (lingkungan). Memang faktor diet (makanan) memegang peranan penting tetapi faktor lain ikut menentukan. Gopalan menyebutkan marasmus adalah compensated malnutrition. Dalam keadaan kekurangan makanan, tubuh selalu berusaha untuk mempertahankan hidup dengan memenuhi kebutuhan pokok atau energi. Kemampuan tubuh untuk mempergunakan karbohidrat, protein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan. Karbohidrat (glukosa) dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan bakar, sayangnya kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidrat sangat sedikit, sehingga setelah 25 jam sudah dapat terjadi kekurangan. Akibatnya katabolisme protein terjadi setelah beberapa jam dengan menghasilkan asam amino yang segera diubah jadi karbohidrat di hepar dan di ginjal. Selama puasa jaringan lemak dipecah jadi asam lemak, gliserol dan keton bodies. Otot dapat mempergunakan asam lemak dan keton bodies sebagai sumber energi, jika kekurangan makanan ini berjalan menahun. (Laren et al 2000) Pencegahan Menurut Rani et al (1998).Tindakan pencegahan terhadap marasmus dapat dilaksanakan dengan baik bila penyebab diketahui. Usaha-usaha tersebut memerlukan sarana dan prasarana kesehatan yang baik untuk pelayanan kesehatan dan penyuluhan gizi. Pemberian air susu ibu (ASI) sampai umur 2 tahun merupakan sumber energi yang paling baik untuk bayi. Ditambah dengan pemberian makanan tambahan yang bergizi pada umur 6 tahun ke atas. Pencegahan penyakit infeksi, dengan meningkatkan kebersihan lingkungan dan kebersihan perorangan. Pemberian imunisasi. Mengikuti program keluarga berencana untuk mencegah kehamilan terlalu kerap. Penyuluhan/pendidikan gizi tentang pemberian makanan yang adekuat merupakan usaha pencegahan jangka panjang. Pemantauan (surveillance) yang teratur pada anak balita di daerah yang endemis kurang gizi, dengan cara penimbangan berat badan tiap bulan. Pengobatan Tujuan pengobatan pada penderita marasmus adalah pemberian diet tinggi kalori dan tinggi protein serta mencegah kekambuhan. Penderita marasmus tanpa komplikasi dapat berobat jalan asal diberi penyuluhan mengenai pemberian makanan yang baik; sedangkan penderita yang mengalami komplikasi serta dehidrasi, syok, asidosis dan lain-lain perlu mendapat perawatan di rumah sakit. Pengobatan rutin yang dilakukan di rumah sakit berupa 10 langkah penting yaitu: 1. Atasi/cegah hipoglikemia 2. Atasi/cegah hipotermia 3. Atasi/cegah dehidrasi 4. Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit 5. Obati/cegah infeksi 6. Mulai pemberian makanan 7. Fasilitasi tumbuh-kejar (“catch up growth”) 8. Koreksi defisiensi nutrien mikro 9. Lakukan stimulasi sensorik dan dukungan emosi/mental 10. Siapkan dan rencanakan tindak lanjut setelah sembuh. Anjuran Gizi Menurut Lubis et al. (2009). Penatalaksanaan penderita yang dirawat di RS dibagi dalam beberapa tahap. Tahap awal yaitu 24-48 jam pertama merupakan masa kritis, yaitu tindakan untuk menyelamatkan jiwa, antara lain mengkoreksi keadaan dehidrasi atau asidosis dengan pemberian cairan intravena. Cairan yang diberikan ialah larutan Darrow-Glucosa atau Ringer Lactat Dextrose 5%. Cairan diberikan sebanyak 200 ml/kg BB/hari. Mula-mula diberikan 60 ml/kg BB pada 4-8 jam pertama. Kemudian 140 ml sisanya diberikan dalam 16-20 jam berikutnya. Tahap kedua yaitu penyesuaian. Sebagian besar penderita tidak memerlukan koreksi cairan dan elektrolit, sehingga dapat langsung dimulai dengan penyesuaian terhadap pemberian makanan. Pada hari-hari pertama jumlah kalori yang diberikan sebanyak 30-60 kalori/kg BB/hari atau rata-rata 50 kalori/kg BB/hari, dengan protein 1-1,5 g/kg BB/hari. Jumlah ini dinaikkan secara berangsur-angsur tiap 1-2 hari sehingga mencapai 150-175 kalori/kg BB/hari dengan protein 3-5 g/kg BB/hari. Waktu yang diperlukan untuk mencapai diet tinggi kalori, tinggi protein ini lebih kurang 7-10 hari. Cairan diberikan sebanyak 150 ml/kg BB/hari. Pemberian vitamin dan mineral yaitu vitamin A diberikan sebanyak 200.000. i.u peroral atau 100.000 i.u im pada hari pertama kemudian pada hari ke dua diberikan 200.000 i.u. oral. Vitamin A diberikan tanpa melihat ada/tidaknya gejala defisiensi Vitamin A. Mineral yang perlu ditambahkan ialah K, sebanyak 1-2 Meq/kg BB/hari/IV atau dalam bentuk preparat oral 75-100 mg/kg BB/hari dan Mg, berupa MgS04 50% 0,25 ml/kg BB/hari atau megnesium oral 30 mg/kg BB/hari. Dapat diberikan 1 ml vit Bc dan 1 ml vit. C im, selanjutnya diberikan preparat oral atau dengan diet. Jenis makanan yang memenuhi syarat untuk penderita malnutrisi berat ialah susu. Dalam pemilihan jenis makanan perlu diperhatikan berat badan penderita. Dianjurkan untuk memakai pedoman BB kurang dari 7 kg diberikan makanan untuk bayi dengan makanan utama ialah susu formula atau susu yang dimodifikasi, secara bertahap ditambahkan makanan lumat dan makanan lunak. Penderita dengan BB di atas 7 kg diberikan makanan untuk anak di atas 1 tahun, dalam bentuk makanan cair kemudian makanan lunak dan makanan padat. Antibiotik perlu diberikan, karena penderita marasmus sering disertai infeksi. Tahap ketiga yaitu tahap lanjut. Setelah tercapai penyesuaian dengan bertambahnya berat badan. Penderita boleh dipulangkan bila terjadi kenaikan sampai kira-kira 90% BB normal menurut umurnya, bila nafsu makannya telah kembali dan penyakit infeksi telah teratasi. Penderita yang telah kembali nafsu makannya dibiasakan untuk mendapat makanan biasa seperti yang dimakan sehari-hari. Kebutuhan kalori menjadi normal kembali karena tubuh telah menyesuaikan diri lagi. Sementara itu kepada orang tua diberikan penyuluhan tentang pemberian makanan, terutama mengenai pemilihan bahan makanan, pengolahannya, yang sesuai dengan daya belinya. Mengingat sulitnya merawat penderita dengan malnutrisi, maka usaha pencegahan perlu lebih ditingkatkan. Contoh makanan untuk penderita marasmus adalah Nasi tim ayam Bahan adalah sebagai berikut: - 50 gr nasi aron (setengah matang) - 50 gr ayam, diris kecil - 25 gr wortel di irirs kecil - 25 gr brokoli di iris kecil. PENUTUP Kesimpulan Marasmus adalah penyakit kekurang energi dan protein, yang sering di alami oleh anak usia 0-2 tahun. Marasmus disebabkan oleh multifaktorial antara lain asupan makanan yang kurang, faktor penyakit dan faktor lingkungan serta ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi dan keadaan ekonomi yang rendah. Diet pada marasmus diberikan energi tinggi dan protein tinggi. Pengobatan dilakukan dengan tiga tahap yaitu tahap awal, tahap penyesuaian dan rehabilitasi Saran Pada penderita marasmus sebaiknya anak diberi energi tinggi dan protein tinggi, dengan mengobati faktor penyakit penyerta, serta apabila anak sudah agak membaik tidak lupa memperhatikan atau menimbang berat badannya secara rutin.   DAFTAR PUSTAKA Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI). 2006. Rencana Pokok Pembangunan Jangka Panjang. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. World Health Organization. 2005. Complementary Feeding of Young Children in Developing Countries. Genawa: Review of Current Scientific knowledge. Rani A, et al.1998. Malnutrition In Children Under Five Years Old at the Departement of Child Health. Jakarta: Majalah Kedokteran Nusantara Laren A et al. 2000. Malnutrition. Classification Pathogenesis, Prevalence and Prevention. In-Mc Laren. DS, Burman D (eds) Text Book of Pediatric Nutrition, 2nded Churchill Livingstone, Edinburgh London 103-13. Lubis et al. 2009. Penatalaksanaan Busung Lapar pada Balita. Cermin Dunia Kedokteran 13:134-137.