Jumat, 11 November 2011
makanan balita
Makanan Balita
Memilih Makanan Pengganti ASI
Dalam situasi keterbatasan keadaan tertentu, pada sejumlah kasus ibu mau tidak mau menggantikan suplemen ASI dengan susu formula. Pada awalnya. memilih susu formula mungkin nampaknya sulit, akan tetapi memilih susu formula untuk bayi sebenarnya cukup mudah.
ASI memang memberikan keuntungan yang tidak dapat digantikan dengan makanan pengganti apapun, namun kebanyakan bayi yang diberi susu formula tumbuh cukup sehat setidak-tidaknya di negara-negara maji seperti Amerika Serikat.
Berbagai merk yang beredar dipasaran menawarkan berbagai kelebihan, disinilah peran orangtua harus berhati-hati. Tidak masalah susu formula macam mana yang dipilih, selama dapat memastikan makanan pengganti ASI yang ada memiliki kaya kandungan zat besi.
Zat besi di dalam susu formula tidak menyebabkan sembelit, akan tetapi terlalu sedikit zat besi di dalam makanan bisa menyebabkan anemia, juga masalah-masalah belajar yang permanen. Makanan pengganti yang ada terkadang memberikan keuntungan tersendiri pada keadaan tertentu.
Untuk beberapa alasan praktis, susu formula atau makanan pengganti ASI yang biasanya diberikan dalam wadah botol-dot memiliki beberapa keuntungan, diantaranya:
Baik ayah maupun ibu bisa melakukannya
Meberi susu pada bayi adalah sebuah pengalaman yang sangat memuaskan yang bisa memupuk ikatan orangtua dan anak. Bayi akan bisa dengan mudah minum susus botol dari siapa pun. Dalam sebuah keluarga, ibu dan ayah atau mungkin semua anggota keluarga yang punya perhatian mungkin bisa berperan aktif dalam pemberian susu.
Mudah memberitahukan seberapa banyak yang diberikan kepada bayi.
Ada sesuatu yang bisa menjelaskan untuk bisa mengukur seberapa banyak formula yang dibutuhkan bayi anda pada setiap kali pemberian susu.
Pemberian susu ditempat umum mungkin terasa lebih nyaman jika menggunakan botol.
Meskipun tidak harus seperti demikian, akan tetapi menyusui ASI di tempat umum bisa memalukan atau membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Memberi susu formula membuat kembali kerja lebih mudah.
Meskipun banyak perempuan berusaha menemukan waktu dan ruang selama kerja untuk memompa payudara mereka, hal ini sering terasa cukup sulit, jika tidak mungkin. Dengan pemberian susu botol mungkin dapat memberikan solusinya.
Formula Susu Sapi
Formula susu sapi adalah formula bayi yang standar. Untuk membuatnya, pabrik mengeluarkan lemak dalam susu sapi dan menggantinya dengan minyak sayura, mengubah protein sehingga kandungan zat keju berkurang dan air zat kejunya bertambah, mengurangi garam, menambah zat gula, dan menambahkan zat besi serta vitamin-vitamin yang sesuai. Setelah semua perubahan pada proses tesebut, akhirnya formula memiliki kandungan kalori, zat gula dan lemak sebagaimana yang terkandung secara alami pada ASI.
Secara alamiah, komposisi ASI yang diproduksi dari ibu berubah dari hari ke hari, sangat cepat selama minggu-minggu pertama usia bayi. ASI juga mengandung hormon, antibodi, dan unsur-unsur lain yang tidak dimiliki susu formula
makanan balita
Makanan Balita
Manfaat Air Susu Ibu
Sudah hampir tidak ada lagi yang mempertanyakan mengapa ASI lebih baik dibandingkan susu formula bayi.
Namun pada kenyataannya, masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya pemberian ASI kepada bayinya. Tak ayal lagi, tidak sedikit bayi manusia yang diberi susu sapi memiliki kecenderungan mudah jatuh sakit. Sudah barang tentu hal ini disebabkan karena proporsi zat gizinya yang salah.
Air susu manusia ialah makanan yang paling sempurna bagi bayi manusia, sementara susu sapi adalah makanan yang sempurna bagi bayi sapi. Untuk menjadikan susu sapi aman dan bisa diberikan kepada bayi manusia, susu sapi tersebut haruslah menjalani beberapa tahapan proses untuk merubah kandungan lemak, protein, zat besi dan garam. Hasil dari proses bertahap tersebut adalah susu formula bayi. Dengan demikian bayui dapat mencerna formula dengan cukup baik, namun bagaimanapun susu formula tidaklah sesempurna ASI.
ASI memiliki proporsi yang tepat dari kandungan lemak, protein, zat gula dan garam yang dibutuhkan oleh bayi. Disamping itu, masih banyak manfaat lainnya seperti:
Perlindungan Melawan Berbagai Infeksi
ASI mampu membantu melindungi bayi melawan beberapa infeksi umum yang menyebabkan diare dan muntah-muntah, juga infeksi di dalam telinga, hidung, sinus dan paru-paru.
Perlindungan Melawan Alergi alergi Makanan
Bersentuhan dengan bahan-bahan penyebab alergi sejak dini adalah salah satu penyebab utama alergi. Banyak bayi mengalami alergi dengan protein di dalam susu formula. Belum pernah ada riwayat adanya alergi bayi kepada ASI.
Mengurangi Obesitas
Bayi-bayi yang diberi ASI mungkin memiliki potensi lebih rendah mengalami risiko penyakit-penyakit autoimmune, yang terjadi ketika sistim kekebalan tubuh menyerang tubuh itu sendiri. Diantaranya adalah diabetes yang menyerang pada anak-anak (juvenile-onset diabetes), multiple sclerosis, dan 2 penyakit serius, yakni penyakit Crohn’s dan radang usus besar (ulcerative colitis).
Meningkatkan Perkembangan Otak (IQ Lebih Tinggi)
Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi-bayi yang diberi ASI memilki IQ yang lebih tinggi. Pengaruh meningkatnya performa otak akibat ASI mungkin sangat penting bagi bayi-bayi prematur yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah-masalah belajar di kemudian hari.
Manfaat bagi Ibu
Bayi bukanlah satu-satunya yang memperoleh manfaat dari kegiatan menusui. Beberapa keuntungan yang dimiliki ibu dari aktifitas ini yaitu:
Mengurangi berat badan
Menyusui memerlukan banyak kalori yang bisa membantu ibu-ibu yang sedang menyusui kembali pada berat badan lebih cepat.
Lebih cepat menyusutkan rahim, dengan lebih sedikit pendarahan.
Selama menyusui, otak melepaskan hormon yang disebutkan oxytosin, yang memiliki beberapa pengaruh positif. Oxytosin menyebabkan rahim berkontraksi dan oleh karena itu mengalami lebih sedikit pendarahan saat tubuh ibu memlakukan perbaikan pasca melahirkan.
Manfaat Psikologis
Oxytosin juga membawa perasaan-perasaan bahagia dan senang, perasaan-perasaan yang banyak dialami para ibu selama menyusui.
Mengurangi Risiko Kanker
Perempuan yang sedang menyusui juga mungkin memperoleh manfaat berkurangnya risiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium
makanan balita
Makanan Balita
Jenis-jenis Makanan Bayi
Menentukan Makanan yang Cocok untuk Bayi.
Banyak ibu muda, khususnya yang baru pertama kali mengalami memiliki buah hati, mengalami kerancuan dan kebingungan dalam memilih makanan bayi yang paling tepat dan bagaimana cara yang benar pemberiannya. Tidak sedikit ibu muda yang telah melakukan konsultasi malah semakin bingung, karena jawaban dari masing-masing pihak berbeda.
Makanan, selain menjadi sumber bahan bakar energi pada tubuh manusia, seperti kita ketahui, makanan juga sebagai faktor penunjang untuk tumbuh kembang tubuh anak, pada khususnya bayi. Dimana siklus pertumbuhan bayi sangatlah pesat.
Dari paska lahir, berat bayi yang mencapai rata-rata 3 kg, dalam kurun waktu satu tahun pertumbuhannya bisa mencapai sekitar 9 kg. Oleh karena itu, sangatlah penting pemberian makanan pada bayi harus memenuhi syarat kebutuhan gizi.
Pada prinsipnya, bayi memerlukan pemberian makanan secara bertahap. Dari tahap awal yang dimulai dari yang cair, lalu setengah padat, kemudian padat dan dilanjutkan makanan biasa berupa nasi dan lauk pauk. Tidak ketinggalan asupan air, vitamin, serta mineral untuk bayi haruslah cukup,
Walau demikian, kondisi bayi menentukan kesiapan menerima asupan makanan. Karena pada prakteknya pemberian makanan bersifat individual. Belum tentu semua bayi usia 4 bulan siap diberi bubur susu.
Kondisi fisik bayi juga menentukan kesiapan menerima jenis asupan makanan. Kondisi fisik bayi meliputi berat dan tinggi badannya. Dimana dalam hal ini dokter anak-lah yang memiliki kompetensi khusus yang menilai.
Oleh karena itu, penting sekali anak dipantau tumbuh kembangnya tiap bulan dari aspek keseluruhan. Dari tinggi badan bayi, berat badan bayi, jadwal pemberian imunisasi dan metode asupan pola makannya.
Sesuaikan perkembangan fisik bayi dengan pola makannya, selama masih dalam pemantauan orangtua dan dokter anak, bayi akan mencapai proses tumbuh kembang secara optimal. Beberapa hal yang penting untuk diingat, seberapa banyak dan seberapa sering bayi makan, semuanya tergantung pada usia, tingkat pertumbuhan, berat badan, dan metabolisme. Dan semua itu tak sama antara satu bayi dengan bayi lainnya.
ASI
Bagaimanapun yang terpenting, air susu ibu (ASI) adalah asupan terpenting pada bayi. ASI, selain mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi, ASI juga mengandung macam-macam substansi anti-infeksi yang mampu melindungi bayi terhadap berbagai infeksi.
Pada masa usia bayi melewati 4 bulan, bayi memerlukan makanan tambahan seperti bubur susu, biskuit dan buah-buahan. Kemudian bubur saring (nasi tim yang dihaluskan) mulai usia 6 bulan dan di usia 9 bulan sudah bisa diberikan nasi tim.
Susu Formula
Jika Anda mengkombinasikan ASI dengan susu formula, sebaiknya pilih susu formula yang komposisinya paling mirip ASI. Mintalah petunjuk dokter. Begitu pun cara meramu formula dan berapa banyak formula yang akan diberikan pada bayi Anda.
Ada berbagai keadaan yang bisa membuat menyusui tidak praktis atau tidak dianjurkan. Ibu-ibu yang tidak bisa menyusui tidak boleh merasa tidak cakap atau bersalah. Sebaiknya susu formula diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter dan para profesional ASI.
Buah-buahan
Selain menjadi sumber vitamin dan mineral, buah-buahan juga menjadi sumber serat yang bagus. Menginjak usia 6-8 bulan, bayi bisa diberikan buah-buahan seperti jeruk, pepaya, pisang, dan tomat. Buah bisa diberikan dalam bentuk jus.
Khusus tomat, rebuslah lebih dulu setelah dicuci bersih, lalu disaring untuk diambil airnya. Atau, si buah hati bisa diperkenalkan ‘finger foods’, yaitu snack yang dapat dimakan oleh bayi sendiri (tidak perlu disuapi), seperti buah yang dipotong-potong ukuran kecil sehingga bayi dapat makan sendiri. Makanan halus ini diberikan 2-3x/hari.
Buah-buahan lainnya seperti melon, alpukat, semangka, pir, dan lainnya dapat diberikan mulai usia 6 bulan. Namun hindari buah-buahan yang bergetah. Karena dapat menimbulkan diare seperti sawo, nenas, durian, mangga dan lainnya.
Pada tahap awal, berikanlah kira-kira 30-50 ml air buah sebagai pengenalan pada kondisi pencernaan bayi, pantau reaksi yang timbul. Jika setelah minum air jeruk, timbuil diare, gantilah dengan buah lain pada pemberian berikutnya yang lebih cocok. Namun satu hal terpenting, cuci bersih setiap buah sebelum diberikan pada bayi.
Makanan Padat
Menginjak usia 4-5 bulan bayi sudah bisa diberikan makanan pada. Makanan padat pertama yang diperkenalkan hendaknya masih dalam bentuk lunak agar mudah dicerna bayi, bisa berupa dalam bentuk bubur susu.
Bubur susu biasanya terbuat dari bahan tepung serelia seperti beras, maizena, terigu atau havermout, ditambah susu dan gula. Pembuatan bubur susu bisa dilakukan dengan dibuat sendiri atau membeli bubur susu instan. Namun penting diingat, jika membeli bubur instant, jangan pernah lupa untuk memeriksa tanggal kadaluarsanya.
Memasuki usia 6 bulan bayi dapat diperkenalkan pada makanan padat berikutnya, seperti halnya nasi tim. Nasi tim biasanya terdiri dari bubur beras ditambah lauk berprotein hewani maupun nabati ditambah sayuran seperti wortel dan bayam.
Ada baiknya nasi tim haruslah melalui proses penghalusan terlebih dahulu, bisa dilakukan dengan alat blender sebelum diberikan pada bayi. Setelah bayi menginjak usia diatas 10 bulan, nasi tim tidak perlu dihaluskan lagi.
Makanan Selingan
Makanan selingan bagi bayi biasanya hadir berupa dalam bentuk biskuit yang memang dibuat khusus untuk bayi. Perkenalan makanan selingan bisa diberikan disaat bayi menginjak usia 4 bulan.
Biskuit bisa dicampur air matang ataupun susu. Namun jika bayi sudah dapat duduk, berikanlah biskuit dalam bentuk kepingan. Hal ini lebih baik karena dapat melatih melatih keterampilan jari-jemari tangannya (motorik halus) serta merangsang pertumbuhan gigi pada bayi.
Setelah usia 6 bulan, bayi sudah bisa diberikan makanan lain seperti roti, agar-agar, puding, bubur kacang hijau, dan lainnya.
Untuk masalah jadwal pemberian makanan, pada umumnya diberikan tiap 3 jam sekali. Namun dalam suatu kasus, terdapat juga bayi yang sudah lapar dalam interval 2 jam. Hal tersebut normal, karena setiap bayi memiliki keunikan tersendiri.
Namun pada umumnya lambung tubuh manusia termasuk bayi akan mengalami pengosongan dalam interval 3 jam. Oleh karena itu penting halnya jika terdapat kasus bayi yang mengalami tidur lebih dari 4 jam, bayi tersebut haruslah dibangunkan dan diberikan makanan
makanan bayi
Untuk masalah jadwal pemberian makanan, pada umumnya diberikan tiap 3 jam sekali. Namun dalam suatu kasus, terdapat juga bayi yang sudah lapar dalam interval 2 jam. Hal tersebut normal, karena setiap bayi memiliki keunikan
Jenis-jenis Makanan Bayi
Banyak ibu muda, khususnya yang baru pertama kali mengalami memiliki buah hati, mengalami kerancuan dan kebingungan dalam memilih makanan bayi yang paling tepat dan bagaimana cara yang benar pemberiannya
Manfaat Air Susu Ibu
Sudah hampir tidak ada lagi yang mempertanyakan mengapa ASI lebih baik dibandingkan susu formula bayi. Namun pada kenyataannya, masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya pemberian ASI kepada bayinya.
Memberi makan bayi
Diperlukan pengetahuan mendasar dan menyeluruh untuk mengetahui cara memberikan makan kepada bayi yang benar. Walaupun tidak bisa dikatakan perlakuan khusus
Memilih Makanan Pengganti ASI
Dalam situasi keterbatasan keadaan tertentu, pada sejumlah kasus ibu mau tidak mau menggantikan suplemen ASI dengan susu formula. Pada awalnya. memilih susu formula mungkin nampaknya sulit, akan tetapi memilih susu
Panduan Makanan Bayi
ASI eksklusif menurut panduan WHO terbaru diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun karena nutrisi yang dikandungnya sudah mencukupi untuk 6 bulan pertama kehidupan
imunisasi
IMUNISASI
Imunisasi
Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu. Vaksin adalah suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit. Vaksin membantu tubuh untuk menghasilkan antibodi
Imunisasi Polio
Penyakit Polio ini disebabkan oleh virus polio yang termasuk kelompok enterovirus, famili picornaviridae. Saat ini dikenal ada 3 subtipe yaitu P1, P2 & P3. Virus ini tidak aktif
Informasi Bagi Orangtua
Penting adanya program vaksinasi bagi bagi bayi pada masa perkembangannya. Pastikan bayi Anda sudah menjalani proses vaksinasi tepat pada jadwalnya. Dimana disinilah peran krusiil dari tanggung jawab seorang orangtua
Jadwal Imunisasi Anak
Lakukan imunisasi pada anak anda sesuai dengan jadwal berikut...
Rabu, 09 November 2011
diet obesitas
Obesitas adalah terjadinya penimbunan lemak yang berlebih pada jaringan tubuh. Obesitas dapat dikenali dengan dengan tanda dan gejala sebagai berikut: dagu rangkap, panjang leher yang relatif pendek, dada yang menggembung dengan volume payudara yang membesar karena kandungan lemak berlebihan, perut membuncit dan dinding perut berlipat-lipat, kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel. Pada anak laki-laki, penis tampak kecil karena terbenam dalam jaringan lemak suprapubik.
Namun seluruh indikasi tersebut masih memerlukan pendapat dari ahli gizi untuk mengetahui berat badan ideal. Adapun untuk memperkecil risiko obesitas, usaha diet untuk pengurangan berat badan dapat ditempuh. Diet ketat yang ada pun bukan sembarang diet. Bukan berarti pengurangan porsi makan secara drastis. Namun penekanan makna diet kesehatan disini adalah menggantikan asupan nutrisi yang biasa dikonsumsi menjadi lebih berkualitas dalam aspek gizi.
Diet rendah karbohidrat (carbo diet) lebih efektif untuk mengurangi berat badan. Perlu disiplin ketat dalam menjalaninya. Dalam sebuah studi yang dilakukan, responden diberikan penerapan diet rendah karbohidrat selama 12 minggu, hasilnya, sebagian besar para responden berhasil menurunkan berat tubuhnya sebanyak 4,9 kg. Dibandingkan dengan responden yang diberikan program diet rendah lemak, mereka hanya berhasil menurunkan 2,5 kg.
Carbo diet ditempuh dengan cara mengurangi kadar glikemik glycemic (gula otot) dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung serat seperti sayuran, kacang dan gandum.
Dengan menghindari makanan yang kaya karbohidrat seperti halnya buah dan makanan yang memiliki bahan pangan zat tepung serta menghindari minuman dan makanan beralkohol, carbo diet dapat dijalani tanpa mengurangi kuantitas porsi sekalipun.
Dibandingkan dengan program diet rendah lemak, pelaku diet memerlukan program pengontrolan porsi makan dan menghindari lemak. Konsumsi kalori diberikan batasan 500-800 kalori/hari.
Kebutuhan kalori normal adalah 2.000-2.500 kalori per hari. Penurunan berat badan yang sehat menurut para dokter adalah 0,5 sampai 1 kg per minggu. Untuk itu dibutuhkan pemotongan sebesar 500-1.000 kalori per hari. Anda dapat memotong 250 kalori dan makanan yang diasup.
Namun untuk mendapatkan hasil yang terbaik, kedua program diet tersebut bisa dikombinasikan secara terkontrol. Tetap saja, untuk menjalaninya dengan baik perlu pendapat dan saran dari dokter ataupun ahli kesehatan yang berkompetensi tinggi dalam bidang nutrisi dan gizi. Karena bagaimanapun bukan berarti carbo diet bebas dari risiko apapun, jadi penting adanya untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli gizi.
Air putih juga banyak berperan penting dalam membantu menurunkan berat badan. Selain berfungsi jamak untuk membersihkan toksin dalam tubuh, air putih juga berfungsi menggelontorkan lemak. Dengan mengonsumsi air putih, dapat menimbulkan rasa kenyang sehingga hasrat untuk makan dapat berkurang. Dianjurkan untuk mengonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari.
Pada prinsipnya yang terpenting makan jangan berlebihan. Tidak perlu pantangan dalam berdiet. Pantang makanan justru membuat depresi serta keinginan untuk makan semakin besar. Puaskan hasrat anda dengan memakan makanan yang diinginkan sepanjang menyehatkan. Hanya jangan berlebihan.
Ambillah separuh porsi dari yang biasa dimakan. Santap secara perlahan selama lebih daru 20 menit. Hal ini penting dilakukan karena otak otak membutuhkan waktu untuk menerima tanda lapar selama 20 menit. Dengan menunda durasi makan, perut anda akan cepat terasa kenyang.
Sedahsyat apapun metode diet, jika tidak diiringi olahraga, maka hasil yang didapat kurang sempurna. Olahraga merupakan variabel terpenting untuk menentukan kesuksesan penurunan berat badan. Tidak perlu olahraga yang berat hingga masndi keringat, cukuplah berolahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit, 5 hari seminggu asal rutin. Olahraga intensitas sedang bisa berupa jalan cepat atau joging dengan detak jantung sebesar 100-130. Dengan demikian, aktifitas tersebut telah memangkas 250 kalori per hari.
Diet untuk Osteoporosis
Osteoporosis atau akrab dikenal dengan tulang keropos, dapat terjadi jika terlalu banyak zat mineral terhilang dari kerangka tulang. Tulang kemudian menjadi rapuh dan lebih mudah patah. Patah tulang yang paling umum adalah tulang pinggul, tulang belakang dan tulang pergelangan tangan.
Penekanan kebutuhan asupan nutrisi khusus pada penyandang osteoporosis ditekankan pada kebutuhan kalsium guna memenuhi zat meineral yang terhilang dari kerangka tulang. Namun kebutuhan kalsium yang ada disesuaikan dengan usia.
Usia 1-3 tahun perlu 500 mg/per hari.
Usia 4-8 memerlukan 800 mg/per hari
Usia 9-18 perlu 1.300 mg/per hari.
Usia 19-50 butuh 1.000 mg/per hari.
Usia >50 tahun butuh sekitar 1.200 mg/per hari.
Khusus ibu hamil dan menyusui membutuhkan 1.000-1.300 mg per hari.
Kalsium bisa didapatkan dari makanan dan minuman. Di antaranya, kedelai, ikan teri, ebi, brokoli, susu, tablet kalsium, dan masih banyak lagi. Olah raga secara teratur sejak dini menjadi salah satu hal penting untuk menghambat osteoporosis.
Masalah yang sering terjadi ialah osteoporosis banyak terpicu justru dari pola diet yang sembarangan. Umumnya orang yang sedang menjalani diet tanpa bimbingan ahli nutrisi justru melakukan pengurangan porsi makanan. Hal yang demikian itu sebenarnya salah, pengurangan porsi makanan secara otomatis malah membuat tubuh kekurangan asupan nutrisi. Yang terjadi malah timbul persoalan baru. Potensi terjadinya penyakit-penyakit yang fatal semakin besar. Salah satunya osteoporosis.
Terutama kaum wanita, dimana kalsium paling banyak terbuang terbuang ketika masa menstruasi. Bila kalsium yang terbuang tersebut tidak tergantikan segera sesuai kebutuhannya, maka potensi terjadinya osteoporosis semakin besar pula.
Ditambah lagi, wanita yang dalam menjalani program diet tanpa bimbingan ahli nutrisi biasanya dengan sembarang menghindari konsumsi susu dengan alasan menghindari susu berlemak. Dianjurkan untuk menggantikannya dengan susu yang memiliki kadar lemak rendah
Langganan:
Postingan (Atom)


